
Merah
by Efek Rumah Kaca
on Sinestesia (2015)
[Part 1: Ilmu Politik]
[Verse 1]
Dan kita arak mereka
Bandit jadi panglima
Politik terlalu amis
Dan kita, teramat necis
[Verse 2]
Lalu angkat mereka
Sampah jadi pemuka
Politik terlalu najis
Dan kita teramat klinis
[Verse 3]
Dan kita dorong mereka
Badut jadi kepala
Politik terlalu kaotis
Dan kita teramat praktis
[Verse 4]
Lalu dukung mereka
Cendikia jadi pertapa
Politik terlalu iblis
Dan kita teramat manis
[Chorus]
Aku akan menjadi karang di lautan mereka
Aku akan menjadi kanker dalam tubuh mereka
Aaaa..
[Part 2: Lara Di Mana Mana]
[Sung by Adrian Yunan Faisal]
[Verse 1]
Sampai kapan kau biarkan
Dia tak berperan
Ditelantarkan harapan, dia kesakitan
Terburai berantakan, tak keruan
Marah di mana mana
[Verse 2]
Sampai kapan kau ikhlaskan
Dia dihancurkan
Lumpuhkan alam pikiran dan sekujur badan
Terhampar masa depan, temaram
Lara di mana mana
[Refrain]
Keajaiban dan khayalan
Taruh di awan
Kenyataan dalam pelukan
Kelembaman pada tekanan
Raih elan, kepalkan tangan
[Verse 3]
Sampai kapan kau relakan
Dia kekeringan
Dihisap jiwa raganya, seluruh hidupnya
Marah di mana mana, ta ra ra
Lara di mana mana
[Refrain]
[Part 3: Ada Ada Saja]
[Verse 1]
Moralis, merasa paling baik
Macam yang paling etis, awas jatuh menukik
[Verse 2]
Sang martir, inginnya adu fisik
Cupet dan sesat pikir, buah intrik politik
[Refrain]
Ada ada saja, sifat kawan kita
Dipelihara dan budidaya
Macam macam saja, kelakukan kita
Semoga masih bisa bahagia
[Verse 3]
Fatalis, main yang aman aman
Seolah apolitis, takluk pada keadaan
[Verse 4]
Mukjizat, hanya di zaman nabi
Tak bisa langsung sehat, dihadapi dikelahi
[Outro: Irma Hidayana]
Ekonomi korban politik
Hukum tunduk pada politik
Pendidikan masuk politik
Olahraga bawa politik
Orang gila akibat politik
Dagang sapi pakai politik
Beragama, buat politik
Keluarga ribut politik
Song Comments
Must have JavaScript enabled to comment.On Merah by Efek Rumah Kaca